Kemenangan menjadi harga mati bagi Adit. Sebab, dua pecatur lain masih menempel katat di bawahnya pada klasemen sementara. Keduanya adalah GM Novendra Priasmoro (7,5 poin) dan GM Temur Kuybokarov (7 poin) asal Australia. Namun peluang Adit meraih trophy juara lebih terbuka karena dua pesaingnya itu juga mendapat lawan-lawan tangguh. Temur akan jumpa pecatur legenda Filipina, GM Eugenio Torre, dan Bovendra berhadapan dengan pemain Singapura, IM Xiang Liu.
Berburu Lagi Norma GM
IM Aditya sendiri siap berburu dua Norma GM lagi, supaya gelar Grand Master bisa direngkuhnya. Sejumlah turnamen internasional pun siap menanti pecatur kelahiran Jakarta ini. Aditya menargetkan tahun 2024 ini jadi momen terbaiknya untuk mendapatkan gelar tertinggi dunia catur, yakni Grand Master.
“Satu minggu setelah turnamen ini, saya sudah menjadwalkan ikut open tournament di Uni Emirat Arab. Targetnya mengejar norma GM lagi, karena saya berharap pada tahun ini bisa meraih gelar Grand Master,” ungkap Adit.(bam)
