IFFINA 2024 mengusung tema Sustainability by Design sebagai perwujudan kepedulian Asmindo dan pelaku industri furnitur Indonesia terhadap industri yang berkelanjutan.
Dedy mengatakan bahwa proyeksi pemintaan global terhadap furnitur mencapai 766 miliar AS pada 2024. Asmindo meyakini Indonesia bisa merebut 1 persen pangsa pasar furnitur dunia, dengan potensi pendapatan sebesar 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp112 triliun.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga ikut mendukung upaya jangkauan industri furnitur dan kerajinan di Indonesia, mengingat industri furnitur telah menjadi pilar penting dalam ekonomi tanah air, yang menyerap lebih dari 143 ribu tenaga kerja dengan lebih dari 1.114 unit usaha yang beroperasi.
“Industri kerajinan dan UMKM dalam negeri telah menjadi penopang bagi bertahannya perekonomian Indonesia, bahkan di saat sulit seperti masa pandemi hingga era pemulihan saat ini,” tambah Teten, dikutip pada Kamis (23/5/2024).
Teten mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung IFFINA agar kembali digelar tahun ini. Menurutnya, pameran ini penting dalam mendukung pengembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia berkelas dunia, dengan menciptakan ekosistem industri mebel dan kerajinan yang sesuai dengan potensi nasional dan kebutuhan ekspor.
