Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Fenomena Drakor: Belajar Majukan Budaya dan Pariwisata demi Devisa
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Gaya hidup > Fenomena Drakor: Belajar Majukan Budaya dan Pariwisata demi Devisa
Gaya hidup

Fenomena Drakor: Belajar Majukan Budaya dan Pariwisata demi Devisa

Timur
Timur Published 19 May 2024, 23:50
Share
3 Min Read
Mini Seri Squid Game di Netflix, salah satu film drama korea yang menghentak dunia. Foto: dok.Netflix/Squid Game
Mini Seri Squid Game di Netflix, salah satu film drama korea yang menghentak dunia. Foto: dok.Netflix/Squid Game
SHARE

IPOL.ID – Drama Korea (drakor) merapakan salah satu dari serbuan budaya korea ke seluruh dunia. Seni budaya Korea yang kini populer di seluruh dunia tersebut memberikan dampak langsung yang sangat baik bagi industri pariwisata Korea Selatan (Korsel) yang menyumbangkan devisa besar bagi negaranya.

Demikian disampaikan oleh Prof. Didik J. Rachbini dalam Webinar “Korean Drama: Why Is It Inspiring?” yang diselenggarakan secara daring oleh The Lead Institute – Universitas Paramadina, Rabu (15/5/2024) dan dipandu moderator Maya Fransiska.

“Hal ini yang patut menjadi contoh dan semestinya dipelajari oleh pemerintah, pemangku kepentingan, para pelaku industri kreatif dan pekerja seni Indonesia dalam upayanya mengembangkan industri kreatif di bidang seni budaya dan pariwisat,” tegas Rektor Universitas Paramadina ini.

Phil. Suratno Muchoeri dalam pengantarnya menyatakan bahwa di Indonesia, drakor bisa dikatakan sangat populer, bahkan lebih populer dibanding film dan drama TV Indonesia sendiri.

Baca Juga

Sebanyak 13 anjungan menerima penghargaan dalam acara Pradana Nitya Budaya TMII 2026, yang digelar di TMII, Jumat (1/5/2026). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
Menbud: Pelestarian Budaya di Seluruh Daerah Harus Tumbuh Kuat, Jadi Bagian Identitas Kekuatan Bangsa di Mata Dunia
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan Sudin Parekraf Jakbar Dorong Kepesertaan Sektor Pariwisata
Kemenpar Perkuat Gastronomi sebagai Identitas Pariwisata Indonesia

“Pada triwulan I tahun 2020, hasil survei yang dilakukan kepada sekitar 2000 responden di beberapa negara dunia, masyarakat Indonesia ada dalam urutan pertama (31 persen) yang paling sering nonton film dan drama TV Korea dengan rata-rata durasi menonton 1,5 hingga 3 jam per hari melalui berbagai platform, baik berbayar maupun tidak.” Papar Suratno.

Ia memaparkan bahwa Hallyu atau Korean Wave merupakan salah satu budaya populer yang dikembangkan melalui industri seni budaya sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat Korsel.

Naziatul Azwa, peminat drakor berkebangsaan Malaysia dan tinggal di Korea menyatakan bahwa apa yang ditampilkan di drakor hanya menampilkan sebagian wajah masyarakat Korea, karena pada dasarnya realitas hidup di Korea Selatan yang sekuler itu bisa dibilang sangat kompetitif.

“Hampir rata-rata orang Korsel berpandangan materialistis dan kerap menilai apapun dari perspektif materi dan tampilan luar. Angka bunuh diri dalam masyarakat Korea terbilang cukup tinggi bisa jadi disebabkan oleh faktor ini. Ditambah lagi pandangan hidup mereka yang sekuler, berbeda dari Indonesia dan Malaysia yang merupakan masyarakat agama/spiritual,” ungkap Azqa.

Narasumber lainnya, Ria Oktorina, mengatakan bahwa drama merupakan salah satu sarana hiburan yang terjangkau oleh berbagai kalangan, khususnya bagi perempuan dewasa dan kaum ibu. “Kehadiran drama ini merupakan salah satu wadah ‘healing’ efektif, hal ini karena banyak drama Korea yang menampilkan kisah-kisah yang dekat dengan realita kehidupan sehari-hari ataupun kisah-kisah fantasi yang ringan dan menghibur,” terang Ria.

Dari perspektif proses produksinya, disamping keunggulannya dalam menampilkan aktor dan aktris yang menarik dari sisi good looking, film-film dan drakor seri Korsel dibuat melalui riset dan persiapan yang matang yang didukung oleh kolaborasi proses produksi yang profesional.

“Hallyu atau Korean Wave ini pada kenyataannya memang sangat mempengaruhi gaya hidup orang Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya produk kuliner, fashion, skincare Korea di Indonesia. Bahkan banyak pula produk-produk lokal Indonesia yang membuat varian khusus Korea pada produk-produknya guna meningkatkan omset penjualanny,” pungkas Ria. (tim)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Budaya, budaya korea, devisa, drakor, kpop, Pariwisata, squid game, Universitas Paramadina
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Pesawat Jatuh di Kawasan BSD Serpong, Tiga Korban Tewas Dibawa ke RS Polri Pesawat Jatuh di Kawasan BSD Serpong, Tiga Korban Tewas Dibawa ke RS Polri
Next Article Skuat Manchester United merayakan gol Diogo Dalot ke gawang Brighton, Minggu (19/5/2024) (c) MUFC Official Manchester United Ngamuk di akhir Musim, Gasak Brighton 2-0

TERPOPULER

TERPOPULER
Ketum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait. Foto: Ist
Headline

Komnas Perlindungan Anak Kecam Keras Pernyataan Komnas Perempuan

HeadlineOlahraga
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik dan Oman pada FIFA Matchday Juni 2026
18 May 2026, 13:34
Jakarta Raya
Husen Minta Program Pilah Sampah Pemprov DKI Dibarengi Peran RT dan RW
18 May 2026, 17:49
Telkom
Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
18 May 2026, 11:32
Olahraga
Kejuaraan Asia U-17 & U-19 Modern Pentathlon 2026: Borong Emas Mixed Relay Kazakstan Juara Umum
18 May 2026, 12:24
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?