CCTV dari satu stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Kebon Jeruk tersebut digunakan jajaran Subdit Jatanras Polda Metro Jaya untuk mengidentifikasi pelaku hingga akhirnya dapat diamankan.
“CCTV di Kebon Jeruk ini sangat membantu kami mengidentifikasi pelaku. Menurut pengakuan dari pelaku kurang lebih (membuntuti) korban (selama) 10 menit (sebelum beraksi),” tegas Rovan.
Sebelumnya, dalam kasus tindakan pencurian dengan kekerasan (begal) terjadi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (11/5) sekitar pukul 04.10 WIB. Saat korban Satrio akan mengikuti tes Casis Polri melintasi kawasan Kebon Jeruk, empat pelaku membuntuti dan memepet motor dikendarai Satrio.
Tak ayal pelaku PN dan kawanan begal melakukan pembacokan terhadap Satrio hingga korban tidak berdaya. Lantas kondisi jalan yang sepi memudahkan para pelaku kabur membawa motor dan barang berharga milik Satrio. Kasusnya pun ditangani jajaran Polda Metro Jaya.
Kejadian begal tersebut pun mengakibatkan Satrio mengalami luka berat di bagian kelingking putus, tangan kanan serta paha dan kaki terluka. Kini Satrio mendapatkan perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati. (Joesvicar Iqbal)
