“Ini sekaligus bagian dari edukasi kepada anak-anak agar mereka gemar membaca,” katanya.
Namun, sambungnya, studio mini berukuran sekitar 10×20 meter persegi itu tidak disiapkan kursi. Sehingga penonton duduk lesehan agar daya tampungnya lebih banyak. Ruangan pun akan terasa nyaman karena dilengkapi dengan mesin pendingin ruangan yang menyejukkan.
Sosialisasi adanya pemutaran film di studio mini dilakukan melalui media sosial resmi milik Sudin Pusip Jakarta Timur. Di antaranya melalui Instagram, Facebook, Tik Tok, WhatsApp group dan sebagainya.
Sementara itu, salah seorang penjaga perpustakaan, Nurul menambahkan, dalam pemutaran film itu rata-rata jumlah anak yang nonton sekitar 100 hingga 150 orang. Pada hari Sabtu, jumlahnya bisa mencapai 200 anak menonton.
“Anak-anak sangat antusias menonton film kartun di studio mini karena filmnya sangat menarik bagi mereka,” ujar Nurul. (Joesvicar Iqbal)
