Lantaran melawan dan membahayakan petugas, personel Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya terpaksa melumpuhkan dengan melesakkan tembakan mengarah ke dada PN.
Selain PN, dua pelaku lain berinisial AY dan MS juga ditembak pada bagian kaki karena berupaya melarikan diri ketika diamankan personel Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro.
“Kami tegaskan untuk pelaku yang tewas ditembak adalah pelaku utama atas inisial PN. Untuk pelaku utama ada tiga orang, yang dua lainnya AY dan MS ditembak di kaki,” ujar Rovan.
Usai kejadian jenazah PN dibawa penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ke Instalasi Forensik Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi.
Sementara, Dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Niken menerangkan, dari hasil pemeriksaan dilakukan pihaknya, PN tewas akibat satu tembakan peluru dari arah dada yang tembus ke punggung.
“Kita terima (jenazah PN) tadi malam. Tembakan masuk dari depan keluar dari belakang. Luka tembak di bagian dada, jadi pertengahan dada dan (peluru-red) keluar di punggung,” jelas Niken.
