Ayam Sakit FC banyak mendapat peluang. Bahkan kombinasi serangan yang dilakukan Ayam Sakit sempat berbuah beberapa kemelut di mulut gawang GS Ngablu yang dikawal Rafli.
Di masa injury time babak kedua, protes berlebihan dilakukan para pemain Ayam Sakit terhadap wasit Deka.
Ramadhan Saputra, Rendi Siregar, Ridwan Bule, dan pemain Ayam Sakit lainnya mengerubungi wasit Deka.
Protes dipicu setelah terjadi kemelut di depan gawang GS Ngablu. Salah satu pemain GS Ngablu dinilai para pemain Ayam Sakit handsball. Namun wasit Deka tak meniup peluit.
GS Ngablu tetap unggul 1-0 dan melaju ke final bertemu tim bertabur bintang layar kaca HBB Boy dari Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.
“Sesuai keputusan wasit, GS Ngablu yang berhak ke final setelah menang 1-0. Panitia tak punya kepentingan dan memihak ke salah satu tim,” ucap RW Jamhari, Ketua Panitia Pakujaya Cup ke IX 2024.
Laga final rencananya akan dipimpin wasit Liga 1 Indonesia. “Kami sedang berkoordinasi dengan ketua Komisi Wasit Askot PSSI Tangsel, Pak Nas terkait wasit Liga 1 itu. Belum pasti keputusannya,” pungkas RW Jamhari. (bam)

