Selain menggunakan masker, berjemur, mengonsumsi vitamin, serta melakukan tindak pencegahan fisik lainnya, Atina juga menekankan pentingnya vaksinasi sebagai proteksi diri dari virus ini. Meski tidak seratus persen menghalau virus, vaksin mampu membentengi diri dengan imun yang lebih kebal. “Derajat keparahan infeksi virus akan lebih rendah bila pasien yang terjangkit sudah mendapatkan vaksinasi sebelumnya,” tutur wanita asal Surabaya ini.
Di samping itu, Atina mengakui, vaksin yang beredar saat ini merupakan vaksin yang dirancang untuk memerangi virus Covid-19 varian Kraken (Xbb 1.5) saja. Menurutnya, untuk membuat formulasi vaksin untuk melawan laju mutasi virus cukup sulit. Tak hanya itu, proses riset yang memakan waktu turut menjadi kendala. Hal ini menjadi tantangan besar dalam pengembangan vaksin dengan daya proteksi tinggi terhadap subvarian baru, termasuk FLiRT.
Namun, Atina memastikan bahwa vaksin yang beredar di kalangan masyarakat tetap mampu memberikan proteksi terhadap varian-varian virus Covid-19. “Masyarakat tak perlu khawatir karena vaksin yang umumnya digunakan tetap mampu memberi perlindungan lewat pembentukan antibodi silang,” tutur Atina.

