Santo menjelaskan, dalam pembangunan saluran air di sejumlah lokasi berdampak pada kemacetan lalu lintas. Salah satunya, proyek pembangunan saluran di Jalan Prof Dr Satrio, Setiabudi. Namun sebelum pembangunan di jalan tersebut dilakukan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi.
“Kami sudah lakukan sosialisasi sebanyak sembilan kali, jika di lokasi jalan itu akan ada pembangunan saluran air. Terakhir itu di Fraksi PKS,” terangnya.
Santo menambahkan, pembangunan saluran air dilakukan untuk menanggulangi genangan dan banjir di lokasi tersebut. Sehingga dalam mempercepat pengerjaan proyek normalisasi saluran sepanjang 47 meter itu, pihaknya melakukan penutupan satu lajur jalan.
“Jadi karena saat ini masuk tahap pengeboran untuk mempercepat pemasangan beton saluran box culvert,” tukas Santo.
Untuk itu, Santo meminta maaf dengan adanya penyempitan badan jalan tersebut. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan dan Kepolisian Lalu Lintas. Dan setiap harinya terdapat empat petugas dibantu Polisi Lalu Lintas yang mengatur lalu lintas di Jalan Prof Dr Satrio, Setiabudi. (Joesvicar Iqbal)

