Selain itu, Jepang dan AS telah berupaya untuk memperkuat peninggalan Perang Dingin berupa “penggentaran yang diperluas” dan mengembangkan apa yang disebut “penggentaran nuklir”.
“Hal ini akan meningkatkan ketegangan regional dan memicu proliferasi nuklir serta risiko konflik. Ancaman terbesar bagi perdamaian lintas selat saat ini adalah aktivitas separatis pasukan ‘kemerdekaan Taiwan’ dan persekongkolan serta dukungan eksternal yang mereka terima,” ungkap Lin Jian.
Lin Jian menyebut jika Jepang dan AS benar-benar peduli dengan perdamaian dan stabilitas lintas selat, yang seharusnya mereka lakukan adalah menegakkan prinsip satu China, menentang separatisme “kemerdekaan Taiwan” dan mendukung penyatuan kembali China.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah maritim bilateral dengan negara-negara yang terlibat langsung melalui dialog dan konsultasi. Tindakan provokatif yang sebenarnya adalah campur tangan terus-menerus AS dan negara-negara lain di luar kawasan, termasuk aksi pamer kekuatan mereka di perairan lepas pantai China, termasuk Laut China Timur dan Selatan,” kata Lin Jian.
