Pemerintah sendiri telah menyiapkan peta jalan untuk mencapai NZE pada 2060. Di antaranya penerapan efisiensi energi, elektrifikasi, moratorium Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pensiun dini PLTU, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), menciptakan sumber energi baru, serta pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utility Storage (CCUS).
“Kita harapkan akselerasi renewable energy akan bisa terangkat after 2030, tapi sebelum itu pun harus sudah berusaha masuk,” ucapnya.
Proyek Tangkap Simpan Karbon
Sisi lain, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto mengatakan, Indonesia saat ini memiliki 15 proyek potensial CCS/CCUS dengan target operasi 2026-2030.
Dikatakannya, pemerintah terus berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu upaya yang tengah didorong dengan penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage dan Carbon Capture Utilisation and Storage (CCS/CCUS).
“Saat ini, Indonesia memiliki total sekitar 15 proyek potensial CCS/CCUS dengan target on stream tahun 2026-2030. Dua cekungan yang sedang didorong Pemerintah untuk dijadikan CCS Hub di wilayah Asia Timur dan Australia yaitu cekungan Sunda Asri dan cekungan Bintuni,” katanya pada pertemuan Indonesia-Norway Bilateral Energy Consultation (INBEC) dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (3/7/2024).
