IPOL.ID- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menargetkan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) memiliki kapasitas yang signifikan sebagai bagian Energi Baru Terbarukan (EBT). Meski target operasi penuh berjalan bertahap hingga 2034, langkah awal akan segera dimulai pada 2026.
“Dari groundbreaking kan biasanya penyesuaian sekitar 1,5 tahun-2 tahun apabila lahannya sudah tersedia. Diharapkan itu nanti sekitar 2027 sudah ada (PSEL) yang mulai beroperasi,” kata Yuliot, Rabu (4/2/2026).
Yuliot menyampaikan, penanganan sampah perkotaan kini menjadi prioritas yang dipantau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Boleh dibilang di beberapa kota besar saat ini krisis sampah, krisis penanganan sampah. Jadi kita juga akan memprioritaskan, karena tanggung jawab dari Kementerian ESDM, bagaimana untuk sampah menjadi energi atau waste to energy itu bisa dilakukan,” ujar Yuliot.
Menurutnya, adanya regulasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur mengenai Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan dinilai sebagai instrumen untuk memecah kebuntuan pengelolaan sampah yang selama ini hanya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
