Temuan mengenai Gaiasia Jennyae dipublikasikan pada hari Rabu (3/7) di jurnal Nature. Makhluk tersebut diperkirakan hidup sekitar 40 juta tahun sebelum dinosaurus berevolusi.
Para peneliti telah sejak lama mempelajari predator purba itu untuk mengungkap asal-usul tetrapoda: hewan berkaki empat yang merayap di daratan dengan jari-jari, bukan sirip, dan berevolusi menjadi amfibi, burung, dan mamalia, termasuk manusia.
Sebagian besar fosil tetrapoda awal ditemukan di rawa-rawa batu bara prasejarah yang panas di sepanjang garis khatulistiwa, di daerah yang sekarang dikenal sebagai Amerika Utara dan Eropa.
Namun, sisa-sisa terbaru, yang berasal dari sekitar 280 juta tahun yang lalu, ditemukan di Namibia, sebuah wilayah di Afrika yang dulunya dipenuhi gletser dan es.
Hal ini diartikan bahwa tetrapoda mungkin telah berkembang di iklim yang lebih dingin, lebih awal dari yang diperkirakan para ilmuwan, sehingga memunculkan lebih banyak pertanyaan tentang bagaimana dan kapan mereka mengambil alih Bumi.
