Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Seleksi PPDB Timbulkan Kesulitan bagi Peserta Didik, Pemrov DKI Diharapkan Jadi Solusi Masyarakat
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Jakarta Raya > Seleksi PPDB Timbulkan Kesulitan bagi Peserta Didik, Pemrov DKI Diharapkan Jadi Solusi Masyarakat
Jakarta Raya

Seleksi PPDB Timbulkan Kesulitan bagi Peserta Didik, Pemrov DKI Diharapkan Jadi Solusi Masyarakat

Farih
Farih Published 01 Jul 2024, 20:15
Share
2 Min Read
Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta.(foto dok dinas pendidikan DKI )
Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Foto: Disdik DKI Jakarta
SHARE

IPOL.ID – Ketatnya proses lolos dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 menjadi perhatian sejumlah kalangan. Ancaman putus sekolah bagi anak yang kemampuan ekonomi lemah pun mengancam. Pemprov DKI Jakarta diminta menjadi pemecah masalah bagi peserta didik yang gagal di PPDB.

Permintaan itu disampaikan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Pemprov DKI diharapkan membuka pengaduan khusus untuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang gagal diterima di berbagai jalur PPDB 2024 dan mencarikan sekolah alternatif.

“Saya berharap Pemprov DKI Jakarta mendengarkan suara dari para penerima KJP ini dan mencarikan sekolah alternatif. Dinas Pendidikan harus buka pengaduan khusus untuk penerima KJP ini dan mencarikan sekolah. Jika tidak, mereka pasti akan putus sekolah karena biaya,” kata Koordinator Nasional (Kornas) JPPI, Ubaid Matraji dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (1/7).

Saat ini ada 25 pengaduan masyarakat Jakarta pada JPPI terkait gagalnya penerima KJP diterima diberbagai jalur PPDB, baik itu prestasi, zonasi dan afirmasi.

Baca Juga

Setwan DPRD DKI Jakarta, Agustinus. Foto: Istimewa
Jaga Kawasan Protokol Tetap Bersih, Sekwan DPRD DKI Gelar Kerja Bakti Pilah Sampah
Legislator Minta Pemprov DKI Antisipasi Larangan Buang Sampah ke Bantargebang
Satpol PP Amankan 5 Orang Pengambil Daging Ikan Sapu-sapu

Ubaid mengatakan pengaduan ini menunjukkan masih lemahnya perlindungan terhadap kelompok yang rentan putus sekolah, meski berbagai jalur sudah disediakan.

“Tidak menutup kemungkinan jumlah riil di lapangan lebih dari 25 kasus, sebab jumlah penerima KJP mencapai ratusan ribu orang,” katanya.

Lebih lanjut, diyakininya para penerima KJP bisa dikategorikan calon potensial untuk putus sekolah. Selain minimnya kemampuan biaya sekolah di swasta. Anak dari keluarga ekonomi lemah ini juga banyak yang jadi incaran sindikat pekerja anak.

“Karena itu, seluruh pemerintah daerah harus mendata mereka, siapa saja yang gagal dan mencarikan sekolah alternatif dengan bebas biaya,” pintanya.

Solusi lainya, Pemerintah Daerah termasuk DKI Jakarta juga wajib mendaftar dan memberikan sisa kuota pada yang lebih membutuhkan yakni para penerima KJP.(sofian)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Pemprov DKI Jakarta, ppdb 2024
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Pria Yahudi Ultra-Ortodoks berunjuk rasa menentang perintah wajib militer oleh Mahkamah Agung, di Yerusalem. Foto: Tangkapan layar video medsos X Ratusan Pria Yahudi Ultra-Ortodoks Protes Putusan MA Israel
Next Article Pj Gub Sulsel hadiri HUT Bhayangkara. Foto: dok humas Hadiri Peringatan HUT Bhayangkara Ke-78, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Prof Zudan Apresiasi Polri Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi tenaga kesehatan yang diduga melakukan malpraktik sunat laser. Foto: Kemenkes
Nasional

Instruksikan Revisi Regulasi Internship Kedokteran, Menkes: Berlaku Segera!

HeadlineNasional
Kapolri Mutasi 108 Pati dan Pamen Polri di Bulan Mei 2026, Siapa saja?
10 May 2026, 09:25
Ekonomi
Indonesia Punya Pabrik Kawat Baja Baru di Subang, Nilainya Rp300 Miliar
10 May 2026, 13:30
HeadlineOlahraga
Sambut Antusias Iwan Bule, Ribuan Anggota Bomber Padati GOR Sangkuriang Cimahi Saat Persib Tekuk Persija 2-1
10 May 2026, 19:53
Nasional
Kepala BMKG Tegaskan Pentingnya Teknologi untuk Kemanusiaan
10 May 2026, 10:00
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?