“Salah satu risetnya adalah perunut dimanfaatkan untuk autentikasi. Analisis isotop fokus pada tiga aspek keaslian dan keterlacakan pangan, yaitu untuk mendeteksi pemalsuan pangan, menelusuri asal geografis produksi pangan, dan menverifikasi pangan organik,” ungkapnya.
“Autentikasi ini untuk menjaga keaslian pangan kita. Sementara dari sisi pelaku industri, hal ini untuk mengetahui produk ini asli atau bukan,” imbuhnya.
Dia berharap, kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya dengan Provinsi Bangka Belitung menjadi sebuah langkah awal ke depannya dalam menjalin kerja sama riset dengan provinsi lain di Indonesia.
“Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut, bisa menjadi pionir untuk daerah lain, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” harapnya.
Sementara itu, Pj. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Safrizal Zakaria Ali dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Provinsi Bangka Belitung, Sri Rezeki mengungkapkan, Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

