Sementara itu, di Indonesia dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan lebih dari 185 juta pengguna smartphone, berada pada posisi yang unik untuk mengadopsi AI dalam pendidikan.
Peluang terbesar untuk AI dalam sistem pendidikan Indonesia terletak pada pembelajaran yang dipersonalisasi, pengambilan keputusan berbasis data, dan kemampuan untuk menjangkau populasi yang kurang terlayani. Dengan memanfaatkan AI, Indonesia bisa menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan efektif serta memenuhi berbagai kebutuhan siswa Indonesia.
Jaspal Sidhu, seorang pakar pendidikan sekaligus pendiri dari SIS dan Inspirasi School, mengatakan, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah proaktif dalam mendukung transformasi digital.
“Melalui inisiatif seperti program ‘100 Smart Cities’ yang dilakukan oleh pemerintah hal ini bertujuan untuk meningkatkan akses internet serta menjembatani kesenjangan digital. Tujuannya agar wilayah terpencil pun bisa merasakan manfaat dari kemajuan teknologi,” tuturnya.
