“Mahasiswa ada dalam kondisi yang relatif independen, belum banyak diwarnai kepentingan kekuasaan, sehingga akan secara objektif mampu mengawal arah meraih cita-cita nasional secara konsisten,” kata Hadi.
Pada saat yang sama, kata Hadi, mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa. Indonesia memerlukan pemimpin yang mampu melakukan orkestrasi keragaman dalam sistem demokrasi. Kemampuan merawat dan merajut juga dibutuhkan untuk memimpin masyarakat yang demokratis.
“Oleh karena itu, diperlukan kepiawaian mengelola konflik, merajut kebersamaan dan persatuan, serta memandu langkah bersama ke depan. Watak dan kualitas kepemimpinan ini ditempa dalam organisasi kemahasiswaan,” kata Menko Hadi.
Mantan Panglima TNI ini menyampaikan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dapat menjadi wadah yang tepat dan selama ini telah melahirkan kepemimpinan nasional.
“Saya mengucapkan selamat melaksanakan Kongres ke-21 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Saya yakin forum permusyawaratan tertinggi ini akan mampu melahirkan pemikiran dan program yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai,” kata Hadi.
