Lebih lanjut, Wamentan mengatakan bahwa rencana tanam dan persiapan bibit harus dilakukan setahun sebelum masa tanam agar tidak ada kekurangan bibit untuk tahun depan. “Teori yang kami percaya juga sekarang ini adalah caranya supaya panen banyak, maka lahan untuk panennya harus lebih banyak,” ungkapnya.
Ia optimistis, apabila skema tersebut beres, panen yang banyak serta serapan yang banyak oleh Bulog dan swasta diharapkan terjadi, dengan harapan bahwa hilir juga akan berjalan dengan baik.
“Jika itu beres skemanya nantinya, bakal panen banyak dan serapan banyak oleh Bulog dan swasta juga dan kita berharap hilir juga begitu,” kata Sudaryono.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyampaikan bahwa nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso, sebagai upaya meningkatkan pasokan pangan di d (lumi)alam negeri.
“Ini dalam rangka kerja sama untuk mewujudkan keterpaduan yang sinergi dalam bidang perberasan dan pangan lain,” kata Bayu.
Dia menerangkan, Perum Bulog bersinergi dengan Perpadi sebagai landasan untuk melaksanakan kerja sama di bidang perberasan dan pangan lain mulai dari kegiatan di hulu. “Baik melalui kemitraan on farm, pengolahan, pergudangan, penyaluran atau penjualan beras dan pangan lain, serta penguatan komunikasi publik terkait beras dan pangan,” kata Bayu. (lumi)
