IPOL.ID – Suasana belajar di SMAN 7 Mataram mendadak berubah mencekam setelah dua ruang kelas ambruk saat jam istirahat sekolah, Selasa (19/5/2026). Lima siswa mengalami luka ringan dalam insiden tersebut, sementara para siswa dan guru panik berhamburan menyelamatkan diri ketika bangunan roboh.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB sekaligus Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, insiden terjadi saat jam istirahat sekolah sehingga sebagian besar siswa berada di luar kelas.
“Seluruh korban mengalami luka ringan dan lecet. Empat siswa sudah kembali ke rumah, sementara satu siswa masih menjalani observasi di rumah sakit untuk penanganan trauma,” ujar Ahsanul Khalik, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bagian struktur atap mengalami patah pada konstruksi kap sehingga memicu bangunan roboh. Bangunan tersebut diketahui menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton.
Saat ini, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti robohnya bangunan dan mengevaluasi kondisi bangunan lain di lingkungan sekolah.
