“Bahkan beberapa pemain masih bisa kami siapkan untuk proyek yang lebih panjang lagi, Olimpiade 2032 di Brisbane, Australia,” ujar Fadil.
Walau begitu, Fadil mengingatkan bahwa ini bukan tes yang sesungguhnya jadi semua pihak diharapkan tidak cepat puas dan terus berbenah.
“Gelar ini pastinya menambah motivasi dan percaya diri tapi ini bukanlah tes sesungguhnya. Tes sesungguhnya akan ada ketika mereka naik ke kelas turnamen yang lebih tinggi dengan lawan yang lebih berpengalaman secara ranking maupun permainan. Khusus bagi Leo/Bagas dan juga (Muhammad Shohibul) Fikri/Daniel (Marthin), tes sesungguhnya adalah di turnamen berikutnya ketika semua top 10 sudah kembali setelah absen di Jepang dan Korea kemarin,” sahut Fadil.
“Oleh karena itu, evaluasi dan peningkatan segala sisi pelatihan harus terus dilakukan. Saya berpesan kepada semua pihak untuk tidak berpuas diri dan terus mengejar perbaikan demi prestasi yang lebih baik lagi,” tutup Fadil. (bam)
