Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Azwar Anas menyampaikan, meningkatnya pemanfaatan digital oleh Pemda juga tercermin dari pertumbuhan skor pemerintahan elektronik atau e-government Indonesia.
Sebagai informasi, e-government dapat diartikan sebagai upaya pemerintah untuk mengembangkan penyelenggaraan pelayanan pemerintahan berbasis elektronik.
Melaui UN E-government Survey 2024, Indonesia mencetak skor 0.7991 dengan peringkat 64 dari 193 negara. Skor ini menempatkan Indonesia untuk pertama kalinya dalam kategori Very High E-Government Development Index (VHEGDI).
Mengutip laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Azwar menilai bahwa kesenjangan digital masih menjadi isu yang besar, terutama di negara-negara berkembang. Akses yang tidak merata dan kapasitas yang bervariasi dapat menghambat kemajuan suatu negara.
“Jadi sesungguhnya ekosistem digital kita ini ada peningkatan yang luar biasa tetapi ada masalah yang nanti kami akan sampaikan. Yang ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita bersama. Oleh karena itu, terima kasih Pak Menko (Airlangga Hartarto), Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) yang terus mendorong bagaimana ini bisa terkoordinasi dengan baik,” terangnya. (*)
