Ia menuturkan, Kanada berkomitmen akan membantu dalam pembangunan fasilitas produksi air berat. Kemudian membantu membuat rantai pasokan yang diperlukan untuk operasi, dan pemeliharaan yang berkelanjutan.
“Reaktor CANDU mudah untuk dioperasikan. Komponen dan services yang digunakan dapat dilokalkan dengan mudah di negara mana pun di dunia, dengan keterampilan industri dasar,” imbuhnya.
Kepala Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi, dan Mutu Nuklir (PRTKMMN) BRIN Heru Prasetio, mewakili Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, menjelaskan peran BRIN, dalam rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
“Peran BRIN sebagai supporting dengan membantu menentukan teknologi yang sesuai. Hal ini didasari akan kebutuhan energi listrik yang berbeda-beda di Indonesia,” terangnya.
Menurut Heru, BRIN membantu memilih teknologi yang cocok untuk kebutuhan masing-masing wilayah. “Kita hanya bisa memberikan rekomendasi agar pimpinan bisa memilih teknologi yang sesuai,” lanjutnya.

