Heru mengatakan BRIN terbuka kepada stakeholder asing yang ingin mengaplikasikan teknologi reaktornya di Indonesia.
“Siapapun yang ingin ketemu kita terima, dan saat kita diminta untuk memberikan pendapat kepada stakeholder di Indonesia. Kita bisa memberikan pendapat yang lebih fair, dan terbuka,” tandas Heru.
“Kita tidak menutup peluang teknologi lain masuk, kita terbuka untuk semuanya, karena kita tidak tahu teknologi mana yang terbaik dan cocok untuk wilayah di Indonesia. Harapannya di setiap wilayah Indonesia yang memiliki kebutuhan energi tinggi memiliki reaktor nuklir,” harap Heru.
Revitalisasi Reaktor Riset untuk Produksi Radioisotop
Reaktor CANDU merupakan salah satu teknologi reaktor yang dapat dipertimbangkan di Indonesi. Mengingat beberapa reaktor riset yang dimiliki Indonesia telah mengalami degradasi fungsi akibat usianya yang sudah cukup tua.
Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) BRIN Topan Setiadipura mengatakan, sejak 2021 BRIN memaksimalkan benefit dari reaktor riset yang dimiliki, sehingga dapat mempengaruhi pembangunan nasional.

