“Ini karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, awal-awal tahun kita ada kebutuhan untuk Pemilu dan kita juga membelanjakan terutama untuk beberapa bantuan sosial El Nino,” ujar Sri Mulyani.
Dengan pendapatan dan belanja negara tersebut, defisit APBN hingga akhir Agustus mencapai Rp153,7 triliun atau 0,68% dari PDB. Menkeu menegaskan, besaran defisit tersebut masih sesuai dengan RUU APBN 2024. Adapun keseimbangan primer masih dalam posisi status surplus Rp161,8 triliun.
Sebagai sebuah instrumen penting, APBN akan terus dioptimalkan sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.
Sementara itu, perkembangan ekonomi nasional masih terjaga positif. Inflasi terpantau tetap stabil pada 2,12% year on year didukung harga pangan yang semakin terkendali. Neraca perdagangan masih mempertahankan tren surplus hingga bulan ke-52 dengan ekspor mencapai 23,6 miliar US Dollar dan impor 20,7 miliar US Dollar. Meski demikian, surplus tersebut menurun secara kumulatif.
