“Dari faktor domestik yang menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terlihat positif. Kita lihat untuk konsumsi rumah tangga maupun dari berbagai indeks yang menjadi proxy dari konsumsi kita. Indeks confidence dari konsumen kita di 124,4. Kalau kita lihat itu levelnya tinggi dan stabil di tinggi. Ini berarti mereka masih memiliki confidence untuk melakukan kegiatan aktivitas konsumsi,” ucap sang Bendahara Negara itu.
Hal itu didukung tren peningkatan pada Mandiri Spending Index yang terus merangkak naik hingga mencapai level 277,6. Terlihat juga dari indeks penjualan riil yang tumbuh positif di 5,8. Meski demikian, Menkeu mewanti-wanti PMI Indonesia yang mulai masuk dalam zona kontraksi.
“Ini perlu diwaspadai, tapi kita berharap dengan tadi impor yang mulai tumbuh di 9% itu bisa mendorong kembali kegiatan manufaktur. Dan ekspor kita juga tumbuhnya positif,” pungkasnya. (ahmad)
