Thobib menyampaikan, keberadaan guru, di manapun, khususnya di “remote area” menjadi fokus Kemenag karena menjadi pilar pokok pendidikan dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik.
“Bapak/ibu guru yang bertugas sebagai guru di wilayah 3T menjadi penggerak pendidikan di lapisan masyarakat yang jauh dari fasilitas hidup. Peran bapak/ibu itu menjalankan tugas kemanusiaan dan kerja-kerja peradaban yang amat mulia,” tuturnya.
Selain tunjangan khusus dan pelatihan, Thobib yang juga sebagai Plt. Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam memberikan bantuan kepada dua guru wilayah 3T yang berdedikasi dan berprestasi. Masing-masing mendapat laptop yang diharapkan dapat mendukung pembelajaran di kelas.
“Laptop ini kami berikan kepada dua orang guru wilayah 3T yang berdedikasi tinggi dalam mendidik dan mengajar anak-anak. Semoga menjadi motivasi dalam pengabdian di madrasah,” tandasnya.
Salah satu guru penerima laptop, Romlah, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama yang terus memberikan perhatian kepada guru-guru madrasah di pedalaman dan terpencil.
