Lanjut Aep juga meluruskan terkait viral informasi ribuan nasi tumpeng yang dibuang. Aep mengungkapkan bahwa sebagian kecil dari nasi tumpeng tersebut sudah tidak layak makan.
“Perlu kami klarifikasi, upaya tersebut merupakan bentuk preventif panitia penyelenggara karena sebagian kecil nasi tumpeng sudah tidak layak makan. Demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pihak panitia memilih segera membersihkannya,” ucapnya.
Aep meminta maaf atas adanya informasi tersebut. Aep memastikan sebagian besar nasi tumpeng yang tersisa setelah acara pemecahan rekor langsung dibagikan untuk dimakan bersama.
“Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat informasi tersebut,” jelasnya.(Vinolla)

