“Partisipan yang lolos verifikasi adalah yang memenuhi kriteria inklusi dan telah mengunggah dokumen yang yang sesuai. Dengan demikian, petugas rumah sakit dapat memberikan hasil lolos verifikasi,” terang Irene.
“Oleh karena itu, partisipan diimbau mengisi sesuai kondisi kesehatan sesungguhnya dan mengunggah dokumen penyerta.”
Adapun, hasil analisis genetik yang diperoleh setelah pengambilan sampel darah, termasuk laporan farmakogenomik, nantinya dapat digunakan oleh dokter sebagai pertimbangan dalam memberikan perawatan yang tepat.
“Output bagi para partisipan adalah laporan farmakogenomik yang hasilnya dapat digunakan oleh dokter sebagai pertimbangan dalam memberikan perawatan yang tepat bagi pasien,” pungkas Irene. (ahmad)

