“Penurunan daya beli masyarakat berdampak besar bagi para pedagang warteg. Rata-rata penurunan jumlah pembeli dirasakan pedagang warteg sekarang 30 persen,” ujarnya.
Mukroni menambahkan, untuk mempertahankan usaha di tengah terpuruknya daya beli masyarakat, para pedagang Warteg kini menyiapkan sejumlah strategi.
Di antaranya membuat menu paket ekonomis yang disesuaikan dengan kantong pelanggan, menawarkan promosi seperti teh manis gratis pada hari tertentu untuk menggaet pelanggan.
“Tawarkan paket menu ekonomis dengan porsi yang disesuaikan. Ini bisa menjadi cara bagi pelanggan yang anggarannya terbatas untuk tetap makan enak,” jelasnya. (Joesvicar Iqbal)
