Di samping itu, BNPB sebagai focal point dalam penanggulangan bencana berkeinginan untuk memperkuat pembelajaran, inovasi dan inklusi dalam manajemen risiko bencana.
Menurut Rustian, kerja sama penanggulangan bencana dapat mempertimbangkan adanya pengembangan ke daerah lain. Karena program pada wilayah yang sudah kuat secara sumber daya manusia dan pendanaan perlu dialihkan kepada wilayah lain, seperti Sulawesi juga rawan, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta Papua dan Ambon di timur Indonesia.
Saat berdiskusi dengan Wakil Duta Besar, Rustian mengungkapkan harapannya terhadap dukungan di bidang pendidikan. Berfokus pada manajemen bencana di wilayah Sumatra. Dia mencontohkan, di Sumatera Barat terdapat Universitas Andalas yang telah memiliki program S2 kebencanaan.
MoU dilakukan di tengah rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2024 ini sebagai perpanjangan kolaborasi di bawah program SIAP SIAGA yang sudah berlangsung sejak Oktober 2019.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Australia atas dukungan dalam penanggulangan bencana, khususnya program SIAP SIAGA,” ujar Rustian.
