“Ini adalah kejahatan perang,” terang Menteri Informasi Lebanon Ziad Makary. Setidaknya 18 jurnalis dari enam media, termasuk Sky News, Al-Jazeera, dan penyiar Lebanon, menggunakan wisma tamu tersebut.
“Kami mendengar pesawat terbang sangat rendah – itulah yang membangunkan kami – dan kemudian kami mendengar [ledakan] dua rudal,” ujar Muhammad Farhat, reporter dari media Lebanon Al-Jadeed, dilansir VOA.
Dia menyebutkan bahwa beberapa bungalow rusak. Rekaman video memperlihatkan mobil-mobil yang terbalik dan rusak, dengan beberapa di antaranya bertanda “Pers”.
Israel pun melakukan serangan udara di wilayah selatan Lebanon, termasuk Lembah Bekaa dan pinggiran selatan Beirut, sedangkan pasukan daratnya juga merangsek ke Lebanon selatan untuk menargetkan Hizbullah.
Israel mengumumkan bahwa lima tentara tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan, setelah pada Kamis juga menginformasikan tentang kematian lima tentara lainnya.
Hizbullah tetap melancarkan serangan roket meskipun menghadapi kehilangan besar, termasuk tewasnya sang pemimpin, Hassan Nasrallah, dan beberapa komandan senior lainnya.
