Konektivitas dengan LRT Jabodebek, Bus Transjakarta, Bus Trans Metro Pasundan, Commuter Line Bandung Raya, KA Feeder Kereta Cepat, Bus ke bandara, dan berbagai moda lainnya untuk menuju destinasi lanjutan dibangun guna memudahkan penumpang bermobilitas melalui transportasi yang terintegrasi.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada pertengahan tahun 2024, lanjut Eva, sebanyak 41 persen penumpang Whoosh berusia pada rentang 16 – 25 tahun, diikuti penumpang dengan usia 26 – 35 tahun sebanyak 28 persen. Lalu 55 persen di antaranya merupakan pegawai swasta dan 19 persen merupakan pegawai pemerintah.
“Masyarakat yang menggunakan Whoosh untuk berlibur atau berwisata mencapai 44 persen dan untuk perjalanan bisnis mencapai 34 persen,” kata Eva lagi.
Eva juga mengungkapkan bahwa dari survei tersebut pula, sebanyak 45 persen pengguna Whoosh sebelumnya memilih menggunakan mobil untuk bepergian antara Jakarta dan Bandung. Sedangkan 25 persen lainnya memilih menggunakan bus atau travel.
Eva menambahkan, Whoosh berhasil memindahkan masyarakat beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum yang dapat diandalkan. Keberhasilan ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat semakin tinggi dari waktu ke waktu.
