Tim Chloratullations memiliki keprihatinan terhadap limbah cair yang kerap menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat. Hanif menerangkan timnya juga prihatin atas bauran energi baru terbarukan yang masih sangat rendah di Indonesia, yang artinya konversi potensi yang sangat kecil dari sumber sampai dapat diolah menjadi energi atau material. Dari permasalahan itu, Hanif dan tim menggagas ide berjudul CYRIL (Chlorella Yield Utilization for Renewable Industrial Lifecycle). CYRIL merupakan teknologi terintegrasi untuk mengubah microalga menjadi listrik.
Hanif menjelaskan bahwa CYRIL mengintegrasikan tiga teknologi dalam sistemnya. “Kami menggunakan teknologi Direct Air Capture (DAC), fotobioreaktor untuk mikroalga dalam bentuk Green Wall Panel, dan instalasi kompleks antara anaerobic digester, biogas, Organic Rankine Cycle – Internal Combustion Engine (ORE-ICE). Kelebihannya teknologi ini sangat minim emisi,” ujar Hanif.
Dalam sistem tersebut, terdapat tiga proses dari CYRIL, yaitu kultur GWP di bagian upstream yang berfokus di penggunaan industrial wastewater dan CO2 emisi untuk kultur mikroalga. Setelah itu, mikroalga yang dihasilkan digunakan untuk sintesis biogas menggunakan anaerobic digester melalui mekanisme ORC-ICE.
