IPOL.ID – Faktor utama perubahan iklim yang memengaruhi lautan di Eropa adalah meningkatnya kadar karbon dioksida di atmosfer, meningkatnya suhu global, dan menurunnya kadar oksigen di air.
Laporan European Environment Agency, bahwa sejauh ini, lautan di seluruh dunia telah menyerap 91% panas yang dihasilkan oleh meningkatnya emisi gas rumah kaca ke atmosfer, dan sekitar 30% emisi karbon
Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muhammad Yusuf mengatakan, Indonesia bersama 127 negara peserta COP29 mengeluarkan pernyataan bersama yang menyoroti ancaman krisis iklim terhadap lautan dan ekosistem di dalamnya.
“Indonesia bersama 127 negara Friends of the Ocean and Climate mengeluarkan joint statement atau pernyataan bersama yang menyoroti dampak signifikan krisis iklim terhadap lautan dan ekosistemnya,” kata Yusuf dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Isu Ocean-Climate Pasca COP 29 UNFCCC 2024 yang dipantau daring di Jakarta, Selasa (10/12/24).
Ia menjelaskan pernyataan bersama tersebut menekankan beberapa hal di antaranya pentingnya tindakan mitigasi dan adaptasi berbasis laut, dialog laut dan perubahan iklim sebagai langkah strategis untuk perlindungan ekosistem, Pentingnya pendanaan untuk aksi iklim berbasis laut.
