Saat itu kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah Bali sedang dilanda hujan deras yang berlangsung sejak pagi hingga petang. Tubuh gajah betina berbobot sekitar 2,5 ton itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WITA pada Selasa ini atau sekitar 2,8 kilometer dari titik awal yakni di pinggir aliran Sungai Wos di area lembaga konservasi itu.
Saat ini tubuh Molly masih berada di dasar sungai berbatu yang saat ini sudah surut di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, dan ditutupi kain terpal berwarna biru. Pihak lembaga konservasi itu kemudian mengikat Molly dengan tali rantai yang dikaitkan di pohon-pohon yang ada di tebing sungai untuk mencegah ia terseret arus kembali.
Ada pun ketinggian dari dasar sungai hingga permukaan tanah diperkirakan sekitar 5-10 meter. Pengelola lembaga konservasi itu memperkirakan tubuh Molly dapat membengkak hingga sekitar satu ton berat tambahan akibat proses pembusukan dan kemasukan air terlalu banyak sehingga proses evakuasi membutuhkan upaya ekstra.
Rencananya Bali Zoo akan menguburkan Molly di dalam kawasan lembaga konservasi tersebut untung mengenang Molly. (Vinolla)
