IPOL.ID – Peneliti dari Pusat Riset Agroindustri Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sri Widowati mengatakan bahwa diversifikasi pangan lokal dapat menjadi salah satu kunci pencegahan stunting, karena dapat meningkatkan asupan gizi pada anak-anak.
Pangan lokal, kata Sri, sebenarnya kaya zat gizi. Ia mengatakan, budaya konsumsi pangan lokal di Indonesia memiliki banyak manfaat dan kaya gizi. Namun sayangnya, terjadi fenomena di mana makanan siap saji dari kota masuk ke desa-desa sehingga budaya konsumsi pangan lokal mulai kurang diminati.
“Sekarang banyak makanan jajanan dari kota dibawa ke desa. Meskipun harganya relatif mahal sebetulnya tapi sangat tasty, jadi lidah anak dari awal sudah terbiasa seperti itu. Kadang-kadang juga kalau ibu masak rumahan, kurang diminati,” ujar Sri dalam webinar yang diikuti di Jakarta, Senin (9/12/24).
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Sri mengatakan, stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pola asuh yang kurang baik dalam praktik pemberian makan bagi bayi dan balita.
