Sampai saat ini, perbaikan jalan hasil swadaya masyarakat itu telah dilakukan sepanjang 5 km dan lebar 5 m. Tentu saja hal tersebut membuat banyak netizen ikut bahagia melihat perubahannya.
Bahkan tak sedikit yang memuji sang penjual bakso, serta mencari peran pemerintah desa setempat yang tak hadir untuk warganya.
“Beliau dr jualan bakso aja bisa perbaiki jalan, pemerintah penghasilan dari sabang sampai merauke bisa apa,” tanya @cl***.
“Ada dana desa yg bisa dialokasikan untuk infrastruktur didesa. seharusnya dana desa itu dipertanyakan sudah dipake buat apa saja,” ucap @ra***.
“Ini baru bisa dibilang pemimpin yang mengayomi warga meski pun bukan penjabat tapi jiwa kepemimpinannya kuat juga di dukung sama warga sekitar dengan ikut gotong royong dan patuh di contoh meski cuma membangun jalan yang rusak menjadi baru dan semua berawal dari hal kecil,” kata @da***.
“Pahalanya terus mengalir buat beliau selama jalan dipakai oleh masyarakat sekitar. Terima kasih orang baik,” jelas @ba***.
“Kepala Desa, Bupati dan Gubernur yang punya jabatan publik tidak ada keinginan menggunakan dana pribadinya untuk membangun seperti tukang bakso itu ? Kebanyakan pejabat publik malah korupsi dana pembangunan desa. Tidak dijadikan tersangka oleh KPK,” tegas @mk***.(Vinolla)
