“Terima kasih dan apresiasi kepada Daihatsu sebagai sponsor utama yang terus menunjukkan dukungan yang konsisten untuk perkembangan bulu tangkis di Indonesia lewat turnamen Daihatsu Indonesia Masters ini,” ujar Armand.
“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para sponsor pendukung, yakni Yonex-Sunrise, MNC Media, Etihad Airways, Aqua Electronic, Indofood, Indomilk, Le Minerale, Ismaya Live, Makciak, dan Noll,” ujar Armand.
Wakil Ketua Umum III PBSI ini juga mengucapkan terima kasih kepada HSBC sebagai Mitra Global Utama BWF dan Sponsor Utama BWF World Tour.
“Tahun ini menandai tujuh tahun kemitraan kami dengan Badminton World Federation (BWF). Sebuah kolaborasi yang mencerminkan komitmen terhadap sportivitas dan ketangguhan. Bulu tangkis bukan hanya sekadar olahraga bagi Indonesia, namun kebanggaan nasional sekaligus pembawa nama Indonesia ke kancah internasional melalui para atlet berbakatnya. Hal ini sejalan dengan pesan brand HSBC, yaitu Opening Up a World of Opportunity, yang mendukung peluang dan potensi tanpa batas bagi setiap individu, baik di tingkat lokal maupun internasional. Kami bangga dapat bermitra dengan BWF dan PBSI sekaligus menjadi tuan rumah, menyatukan pelanggan, penggemar, rekan kerja, dan komunitas di luar dunia perbankan melalui kecintaan pada olahraga,” ujar Ariavita Purnamasari, Head of Communication & Corporate Sustainability HSBC Indonesia.
Momentum Regenerasi
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Eng Hian mengatakan akan memanfaatkan gelaran internasional ini sebagai momentum regenerasi. Caranya, kata Eng Hian, dengan mengoptimalkan bongkar pasang pasangan ganda dan memberi kesempatan kepada pemain muda.
“Memang kita tetap punya target prestasi. Namun, secara simultan kita juga dorong regenerasi. Ini sesuai dengan roadmap PBSI. Pada tahun ini kita memberi kebebasan kepada pelatih untuk bongkar pasang, nanti pada 2026 pasangannya harus sudah permanen untuk mengejar poin kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028,” jelas peraih medali perunggu ganda putra Olimpiade Athena 2004 ini.
Selain pasangan bongkar pasang Leo/ Bagas dan Daniel/Fikri, Indonesia menurunkan pasangan “baru” Siti Fadia Silva Ramandhanti dengan Lanny Tria Mayasari di ganda putri. Selain itu ada Verrel Yustin Mulia/Pitha Haningtyas Mentari, Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati, dan Dejan Ferdiansyah/Fadia (kualifikasi) di sektor ganda campuran.
“Perubahan komposisi atlet, pelatih, dan tim pendukung ini akan kita optimalkan untuk mencari racikan yang tepat untuk menghadapi persaingan ke depan,” kata Eng Hian.
