Gudang-gudang ini terdiri atas 10 gudang dalam bentuk flat dan 1 silo dengan kapasitas total mencapai 15.400 ton.
Dia menyatakan, gudang-gudang tersebut tersebar di 9 kabupaten dan kota, meliputi Kabupaten Gowa, Bone, Takalar, Sidrap, Pinrang, Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.
“Gudang-gudang yang dimiliki Kemendag untuk program SRG dapat digunakan sebagai instrumen pendukung swasembada pangan. Dalam hal ini, untuk menyimpan komoditas pangan seperti beras atau gabah dan jagung,” katanya pula.
Mendag pun mengajak pemerintah pusat dan daerah untuk bersama-sama mengoptimalkan penggunaan fasilitas SRG dalam swasembada pangan.
Ia juga mengimbau kepala daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan gudang SRG yang ada di wilayah mereka.
“Kami mohon kepala daerah dapat membantu mempersiapkan penggunaan gudang-gudang yang masih idle (tidak digunakan) untuk mendukung upaya swasembada pangan,” ujarnya lagi.
Budi Santoso menyampaikan, Kemendag telah menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dengan mempersiapkan gudang-gudang SRG di seluruh Indonesia sebagai sarana penyimpanan beras atau gabah dan jagung.
