Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Ajak KPK Soroti Risiko Korupsi di Beberapa Program, Kemenkes  Bilang Perlu Pengawasan Ketat
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > Ajak KPK Soroti Risiko Korupsi di Beberapa Program, Kemenkes  Bilang Perlu Pengawasan Ketat
Nasional

Ajak KPK Soroti Risiko Korupsi di Beberapa Program, Kemenkes  Bilang Perlu Pengawasan Ketat

Timur
Timur Published 10 Mar 2025, 14:37
Share
4 Min Read
KPK bersama jajaran Kemenkes saat membahas beberapa program di Kemenkes. Foto: dok humas
KPK bersama jajaran Kemenkes saat membahas beberapa program di Kemenkes. Foto: dok humas
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kajian terhadap kedua program ini untuk mengidentifikasi potensi risiko korupsi yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Dalam Quick Wins, ditemukan sejumlah potensi penyimpangan yang perlu diperbaiki.

Di antaranya adalah adanya peserta pemeriksaan kesehatan yang fiktif, standar layanan yang tidak jelas dalam seleksi penerima manfaat, serta risiko penggelembungan harga dan praktik persekongkolan dalam pengadaan barang dan jasa.

Di sisi lain, program IHSS juga menghadapi sejumlah tantangan. KPK mencatat bahwa 14 persen dari rumah sakit penerima bantuan dalam proyek SIHREN tidak memiliki infrastruktur yang memadai, sementara 20 persen lainnya kekurangan tenaga medis. Kondisi ini berpotensi menyebabkan alat kesehatan yang disalurkan menjadi tidak terpakai, yang berujung pada pemborosan anggaran.

Proyek SOPHI pun tidak luput dari masalah, di mana distribusi alat kesehatan ke puskesmas mengalami kendala. Sebanyak 69 persen puskesmas mengusulkan alat yang sudah mereka miliki, 45 persen menerima alat yang tidak sesuai dengan kebutuhan, dan 34 persen puskesmas bahkan tidak mendapatkan alat yang diajukan. Selain itu, pengadaan alat dalam bentuk paket murah juga dinilai kurang efisien dan tidak ekonomis.

Baca Juga

PL
KPK Jebloskan 3 Tersangka Suap Dana Hibah Pokmas Jatim ke Penjara
Satwa KBS Kurus hingga Mati Imbas Korupsi Eks Dirut Rp7,4 Miliar
Pasca OTT di Lombok Barat, KPK Tetapkan Bupati Hingga Swasta sebagai Tersangka
Previous Page123Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: BPK, Kemenkes, Korupsi, kpk, penggelembungan dan, program kesehatan, program shiren, RS
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi akan terus mendorong daya saing industri furnitur. Alasan Pemerintah Terapkan SNI: Katrol Daya Saing Industri Furnitur Nasional
Next Article Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy dan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana bersama Ketua Pembina Yayasan Salman Peduli Berkarya, Nofalia Heikal Safar, Sekjen Rekat Indonesia Raya, Heikal Safar dan para pekerja di Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) di Perum Bumi Satria Kencana, Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/3/2025). Foto: Ist Kepala Badan Gizi Nasional dan Menteri Bappenas Tinjau Dapur BGN yang Terdampak Banjir di Kota Bekasi

TERPOPULER

TERPOPULER
kosasa
Nasional

KOWANI Serukan Gerakan Nasional Lawan Kekerasan Seksual terhadap Anak

Jakarta Raya
Pita Kuning Ajak Anak Pejuang Kanker Berkarya dan Berekspresi di Hari Anak Nasional
22 Jul 2026, 16:30
BNI
BNI Dukung Festival Seni MSI 2026, Dorong Ekonomi Kreatif
22 Jul 2026, 19:25
HeadlineNews
Viral Anak Disabilitas Diduga Diejek Karyawan Resto di Jagakarsa, Pelaku Minta Maaf dan Dipecat
22 Jul 2026, 16:27
Jakarta Raya
Baco Ingatkan Dampak Penerbitan Obligasi Daerah Rp3,5 triliun
22 Jul 2026, 21:28
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?