Menurunya, pengakuan ini akan memungkinkan Prancis untuk “bersikap jelas dalam perjuangan kita melawan mereka yang menyangkal hak Israel untuk eksis – seperti halnya Iran – dan untuk berkomitmen pada keamanan kolektif di kawasan itu.”
Pernyataan Macron segera disambut positif oleh Otoritas Palestina. Menteri Negara Urusan Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, menyebut rencana tersebut sebagai “langkah ke arah yang benar.”
“Pengakuan dari Prancis akan menjadi langkah yang positif dalam menjaga hak-hak rakyat Palestina dan mendorong solusi dua negara,” kata Shahin kepada AFP.
Prancis selama ini dikenal sebagai pendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina, termasuk setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Namun, pengakuan formal oleh Paris terhadap negara Palestina akan menandai perubahan kebijakan yang signifikan dan berisiko membuat marah Israel, yang bersikeras bahwa langkah-langkah seperti itu oleh negara asing terlalu dini. (far)
