“Melalui seminar ini dan peresmian pusat teleradiologi pertama di Indonesia, kami ingin menawarkan solusi konkret atas krisis kesehatan ini,” ujar Prof Aziza dalam sambutannya kepada awak media.
Sementara itu, Direktur PT TCI, Slamet Riyanto, menambahkan, teknologi teleradiologi berbasis kecerdasan buatan (AI) memungkinkan pembacaan citra medis dilakukan secara jarak jauh, sehingga pelayanan radiologi dapat menjangkau daerah-daerah yang selama ini kekurangan tenaga ahli. Teknologi ini diyakini dapat mempercepat deteksi dan penanganan kasus TB secara lebih efektif dan merata.
Seminar ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Prof. Aziza G. Icksan (Ketua Indonesian Society of Thoracic Radiology), Prof. Terawan A. Putranto (Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Kesehatan Nasional), serta sejumlah profesor dan ahli radiologi dari Korea Selatan dan Jepang, termasuk Prof. Kinam Lee, Prof. Daehee Kang, Prof. Norio Nakata, dan Yoshitomo Furusawa.
Para narasumber menyampaikan berbagai topik strategis, di antaranya:
