“Kita mulai harus menginvetaris kekuatan kita, mulai dari sumber daya manusia, logistik dan peralatan serta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan tepat,” ujar Prasinta di Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Minggu (27/4/2025).
“Hal ini harus dimulai dengan perencanaan baik, karena mitigasi dan kesiapsiagaan ini merupakan investasi yang lebih terjangkau dibandingkan dengan apa yang harus kita berikan ketika terjadi bencana,” ungkapnya.
Prasinta juga menggarisbawahi perlunya sinergitas program mitigasi dunia usaha dan penyusunan dokumen rencana kontijensi. Menjadi pegangan bersama dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Kegiatan ini mengundang berbagai perwakilan dari dunia usaha yang aktif dalam membangun ketangguhan masyarakat pada fase pra, saat hingga pascabencana, antara lain, United Tractors, ASTRA, Bank Danamon, PLN dan Pertamina di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Tidak hanya sebagai pemberi manfaat, namun dunia usaha juga menjadi salah satu sektor yang terdampak bencana.
