Untuk itu, diperlukan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi setiap insan dalam lembaga usaha. Sehingga dunia usaha mampu memahami risiko bencana, menyusun rencana kesiapsiagaan, meminimalkan potensi kerugian serta memastikan kesinambungan operasional perusahaan saat dan setelah terjadi bencana.
“Adanya kapasitas baik, dunia usaha tak hanya dapat melindungi aset dan karyawannya, tapi juga berkontribusi dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah terdampak”.
Hal-hal yang disimpulkan pada pembahasan ini, antara lain, membangun kemitraan yang kuat antara dunia usaha dengan komponen pentaheliks lainnya. Meningkatkan kapasitas dunia usaha dalam edukasi kepada masyarakat maupun kesiapsiagaan internal, mendorong dunia usaha untuk terus membantu masyarakat dan berbasis pada kebutuhan lokal, serta melakukan pendampingan dan mendukung sektor-sektor lainnya pada setiap fase penanggulangan bencana.
“Diharapkan diskusi yang jadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2025 ini jadi pengingat bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dan praktik baik dari dunia usaha tak hanya jadi pembelajaran di tingkat lokal, tapi juga jadi inspirasi di tingkat nasional bahkan internasional serta membangun jejaring pentaheliks solid mengurangi risiko bencana di Indonesia,” imbuhnya.
