Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: SAF Jadi Solusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan di Industri Penerbangan Masa Depan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > SAF Jadi Solusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan di Industri Penerbangan Masa Depan
Ekonomi

SAF Jadi Solusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan di Industri Penerbangan Masa Depan

Iqbal
Iqbal Published 17 Apr 2025, 20:16
Share
4 Min Read
pesawat
Indonesia berkomitmen mengurangi emisi dari industri penerbangan. Foto: Pixabay
SHARE

“Kedua, kedaulatan energi dengan memenuhi kebutuhan energi sektor aviasi secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku domestik. Ketiga, penciptaan nilai ekonomi melalui hilirisasi bahan baku, penjualan SAF  untuk pasar ekspor dan domestik, serta peningkatan investasi,” bebernya.

Dia menambahkan, akan tetapi saat ini produksi SAF di Indonesia masih bergantung pada jalur Hydro-processed Esters and Fatty Acids (HEFA), dengan menggunakan Palm Kernel Oil (PKO) sebagai bahan baku yang belum ramah lingkungan. Oleh karena itu Research and Development (RnD) terhadap berbagai jenis bahan baku untuk SAF dengan metode HEFA ini harus terus dilakukan.

“Pentingnya keberlanjutan dalam produksi SAF antara lain mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mendorong ekonomi sirkular. Mengurangi polusi  udara lokal, Mendukung pembangunan berkelanjutan, memenuhi regulasi dan tuntutan pasar,” paparnya.

Dirinya menegaskan, salah satu yang potensial dibicarakan saat ini adalah Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah dan Palm Fatty Acid Destillate (PFAD). Keduanya termasuk limbah sebagai bahan baku HEFA generasi berikutnya.

Previous Page1234Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Emisi CO2, Industri Penerbangan, Net Zero Emmission, NZE 2050
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) menggelar kegiatan pembekalan penting bagi para pimpinan kepolisian di tingkat daerah. Mabes Polri Kumpulkan Kapolres se-Indonesia, Ada Apa?
Next Article OJK Logo Beroperasi di Medan, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gebu Prima

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260417 WA0027
HeadlineNews

Kepala Desa di Lumajang Dikeroyok, Alami Luka Bacok di Rumah Sendiri

HeadlineNasional
Pancaroba Ganas! BMKG Peringatkan Hujan Lebat & Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
17 Apr 2026, 13:25
HeadlineOlahraga
Final Four Proliga 2026: Phonska Plus Pastikan Tiket Grand Final Usai Hajar  Jakarta Electric PLN
17 Apr 2026, 06:26
HeadlineOlahraga
FIFA Pastikan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026
17 Apr 2026, 10:03
Hukum
KPK Periksa 2 Pejabat BI Terkait Kasus Korupsi Dana CSR
17 Apr 2026, 13:55
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?