“Tools atau metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui dampak lingkungan siklus hidup berbagai jenis bahan baku dari produksi SAF yaitu dengan menggunakan kajian Life Cycle Assessment (LCA). kajian LCA adalah suatu metode sistematis untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari suatu produk, proses, atau aktivitas dari awal sampai akhir siklus hidupnya,” lanjut Arif.
Dirinya menyatakan, LCA mempertimbangkan berbagai tahapan dalam siklus hidup tersebut, mulai dari ekstrasi bahan baku, produksi, distribusi, penggunaan, dan pembuangan akhir.
“LCA memiliki beberapa manfaat yang signifikan di Indonesia, seperti mengidentifikasi dampak lingkungan produk atau layanan, mengurangi biaya produksi, meningkatkan efisiensi produksi dan penggunaan sumber daya. Memenuhi persyaratan peraturan lingkungan, membantu perbaikan berkelanjutan, meningkatkan citra perusahaan, membantu pengambilan keputusan yang lebih baik untuk bisnis dan investasi,” tambahnya.
Tantangan LCA dalam produksi SAF, kata Arif, meliputi ketersediaan data yang akurat dan lengkap, kmpleksitas rantai pasok, metodologi yang beragam, biaya dan waktu, kurangnya standar serta regulasi yang sama.
