Pengabdiannya yang luar biasa dan kerendahan hatinya membuatnya ditunjuk sebagai Kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II pada 2001.
Puncak dari semua pengabdian dan dedikasi itu terjadi pada 2013, ketika ia terpilih menjadi Paus. Ia bukan hanya pemimpin spiritual, tetapi juga simbol dari reformasi, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap kaum miskin dan terpinggirkan. Di bawah kepemimpinannya, Gereja Katolik dikenal lebih terbuka dan dekat dengan persoalan kemanusiaan.
Selama Israel menyerang rakyat Palestina di Jalur Gaza, dia beberapa kali tampil mendesak Zionis untuk melakukan gencatan senjata. Terlebih banyak anak-anak Gaza yang menjadi korban kekejian tentara Israel.
Paus Fransiskus tidak hanya dikenang sebagai sosok pemimpin agama, tetapi juga sebagai figur moral dunia yang menjunjung tinggi perdamaian, keadilan sosial, dan dialog antaragama. Warisan ajarannya akan terus hidup di hati jutaan umat Katolik dan masyarakat dunia.(Vinolla)

