“Desa-desa ini kemudian menjadi sentra pertumbuhan ekonomi baru. Ya pangannya, ya UMKM-nya, ya kegiatan kreatifnya, perkebunannya, semuanya hidup,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bima menjelaskan, anggota koperasi ini adalah seluruh warga desa. Hal inilah yang membedakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan perusahaan atau unit usaha lainnya. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan koperasi yang mengutamakan asas kebersamaan dan kekeluargaan. Dengan demikian, keberadaan koperasi tidak hanya menguntungkan pengurus, tetapi juga masyarakat secara luas.
“Itu adalah mimpi Bapak Presiden Prabowo. Betul-betul supaya tidak terjadi ketimpangan,” tegasnya.

Tidak hanya dari sisi penguatan ekonomi, Bima menerangkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat mendukung program-program prioritas pemerintah, seperti swasembada pangan. Misalnya, koperasi dapat berperan dalam memperlancar distribusi pupuk bersubsidi langsung kepada petani secara tepat sasaran.

