Namun, banyak pihak menilai keputusan tersebut dapat membuka kotak Pandora yang mengancam hak-hak kelompok transgender ke depannya.
“Ini seperti membuka pintu bagi banyak hal lain yang tidak pernah kami bayangkan bisa disahkan,” kata Zuleha Oshodi, salah satu peserta aksi berusia 29 tahun.
Berdasarkan sensus terbaru, sekitar 116.000 orang di Inggris, Skotlandia, dan Wales mengidentifikasi diri sebagai transgender. Hingga kini, tercatat sekitar 8.500 gender recognition certificate telah diterbitkan.
Perdana Menteri Skotlandia, John Swinney, menyatakan bahwa ia memahami “rasa sakit dan kegelisahan” yang dirasakan komunitas transgender, meskipun ia mengakui bahwa putusan Mahkamah harus dihormati dan dipatuhi. (far)
