Kemudian untuk saluran air pengerjaan dilakukan petugas terkait untuk mengoptimalisasi fungsi turap tersebut. Karena memang hal ini dilakukan oleh Sudin Bina Marga dan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jaktim. Sehingga diharapkan bisa paralel pengerjaan pembangunan dilakukan.
“Turapnya dari SDA, tapi akan dicek kembali program ini masuk tahun ini atau apa diusulkan di Musrembang tahun 2025. Nanti akan didiskusikan kembali kepada kasudin,” tukas Plt Wali Kota Jaktim didampingi Kasatpel Sudin Bina Marga Kecamatan Matraman, Nessy Octavia, Camat Matraman, Bambang dan Lurah Kebon Manggis, Ibnu Fajar serta petugas Suku Dinas Bina Marga, dan SDA.
Tetapi harapannya simultan, karena menurutnya, jika bisa dilakukan oleh Sudin Bina Marga, seharusnya SDA bisa melakukan. Karena ini darurat, melihat dari skala prioritas permasalahan yang harus segera ditindak lanjuti.
“Ya kalau bisa dilakukan sinergi bersama Bina Marga dan SDA menurut saya lebih tepat daripada harus menunggu,” tegas Iin.
Menurut dia, jika Sudin Bina Marga yang merapikan jembatan tetapi SDA belum, nanti mempengaruhi karena konstruksi jembatan ini cukup rapuh. Karena dari sisi pembangunan memang belum selesai untuk turap.

